Tuesday, October 20, 2015

Menyulap Lahan Rumah Menjadi Kebun


Ngomongin soal berkebun tentunya sudah sangat asing untuk didaerah perkotaan. jadi berkebun itu adalah kegiatan menanam tumbuhan yang tumbuhannya bisa dimanfaatkan oleh kita. kini perkebunan sudah mulai jarang, didaerah pedesaan pun sudah mulai jarang dengan aktifitas berkebun dikarenakannya cepatnya perkembangkan desa. didaerah sayapun kebun-kebun sudah mulai jarang, kini kebun-kebun tersebut telah beralih fungsi menjadi perumahan-perumahan.
Jika nantinya kebun-kebun pada hilang lalu kita makan apa?

Itulah yang menjadi pikiran saya selama ini, karena sudah mulai jarangnya kebun otomatis hasil perkebunanpun berkurang, yang terjadi harga hasil perkebunan tersebut menjadi mahal dan negarapun harus import hasil perkebunan yang dari luar negri. diluar sanapun belum tentu selamanya ada. lantas jika perkebunan telah habis kita makan apa? makan hasil perternakan? yakin bakal ada juga jika kebun-kebun hilang? 

Maka dari itu mari kita berkebun. untuk membangun kebun cukup mudah kok, gak perlu lahan luas, didepan rumah atau pekarangan rumah pun bisa, bahkan dijepang pun dirumahnya pada dibuatkan kebun.

Berhubung tadi saya telah diajari tata cara berkebun oleh Bekasi Berkebun yang diadakan oleh kokgituya, pada postingan kali ini saya akan berbagi tips dan caranya supaya kita semua dapat berkebun pekarangan rumah.

Yang pertama harus kita perhatikan sebelum menanam adalah kita harus menyiapkan media tanamnya, untuk proses penanaman benih hingga menjadi bibit sebaiknya menggunakan polybag, pot atau gelas plastik bekas. 

Kok malah langsung bahas benih dan bibit, emangnya benih itu apa ya? dan bibit itu apa ya?

Bagi yang belum tau benih itu apa? jadi benih itu adalah biji tanaman yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman dan bibit itu adalah tanaman yang masih kecil yang memiliki potensi untuk dapat dipanen.
Benih Dan Bibit
Untuk bisa mengetahui itu benih yang baik, saya diberi tahu caranya. yakni sebelum ditanam, benih ditaruh dahulu diair selama seharian. nanti jika setelah seharian akan ketahuan hasilnya. yakni benih yang baik akan tenggelam dan yang tidak baik akan mengapung karena tidak ada isinya(kopong) dan untuk bibit yang baik cara meilihatnya sangat mudah, pilih bibit yang tidak layu. 

Ok, Pot sudah siap, Benih atau bibit sudah siap. Selanjutnya adalah kita memiilih tanah yang baik sebagai media menanam. secara umum terdapat lima jenis media yang sering ditemui, yakni kascing, kompos, sekam bakar, pupuk kandang dan sekam ayam.

Kenapa mesti itu, terus apa sih bedanya?

Untuk medianya kenapa mesti itu, karena pada media tersebut telah terdapat nutrisi yang baik untuk tanaman, sehingga tanaman tersebut dapat tumbuh dengan subur. untuk perbedaannya, kascing itu adalah tanah yang sudah terdapat cacing untuk membantu menyuburkan tanah sedangkan kompos adalah media tanam yang berasal dari uraian sampah organik (daun/sayuran) yang mengandung nutrisi untuk menyuburkan tanaman sedangkan sekam bakar merupakan hasil pengilingan padi yang melalui proses pembakaran sedangkan pupuk kandang merupakan kotoran hewan ternak yang telah melalui proses fermentasi hingga memiliki nutrisi yang layak untuk tanaman sedangkan sekam ayam merupakan hasil penggilingan padi yang digunakan untuk peternakan ayam.

Dari banyak pilihan media tanam seperti yang disebukan diatas, Kita tinggal pilih saja diantara media diatas yang menurut kita mudah untuk didapatkan.

Jika kita sudah mendapatkan media tanamnya, langkah selanjutnya adalah kita memasukan media tanam kedalam pot atau sejenisnya.

Lalu kita tentukan kita menanamnya dari mulai benih atau bibit. karena untuk proses menanam antara benih dan bibit memiliki cara yang berbeda.

Untuk yang memulainya dari benih berikut ini caranya :

  • Ambil benih yang baik.
  • Ambil Pot atau sejenisnya yang digunakan untuk menanam
  • Gali tanahnya sedalam 2 CM didalam pot tersebut
  • Masukan benihnya kedalam pot tersebut, lalu kubur
  • Simpan ditempat yang lembab dan terkena sinar matahari supaya cepat tumbuh.
  • Siram dengan air secukupnya pada pagi (Sebelum Jam 7 Pagi) atau sore (Jam 5 sore keatas)
  • Tunggu Sampai tanamannya sampai siap dipanen.
Dan untuk yang memulainya dari bibit berikut ini adalah caranya:
  • Untuk pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada pagi (Sebelum Jam 7 Pagi) atau sore (Jam 5 sore keatas) hari
  • Ambil bibit yang sehat.
  • keluarkan bibit tersebut dari pot atau sejenisnya, usahakan jangan sampai akarnya jangan sampai rusak karena jika rusak tanaman dapat stress yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh
  • siram dengan air secukupnya.
Selain diajarkan untuk menanamnya, tentunya saya diajarkan juga cara untuk merawat tanaman supaya dapat mendapatkan hasil panen yang baik, berikut ini adalah caranya supaya tanaman dapat tumbuh dengan subur:
  • Usahakan tanah tanaman selalu lembab, karena dengan lembabnya tanah tanaman tidak akan layu.
  • Siram tanaman hanya pada pagi (Sebelum Jam 7 Pagi) atau sore (Jam 5 sore keatas) hari, untuk penyiramannyapun jangan sembarangan. kita hanya cukup menyiram tanaman sekucupnya, yaitu dengan menyiram tanaman jangan sampai tanahnya tergenang, karena jika kelebihan akar tanaman mudah membusuk sehingga menyebabkan tanaman mati dan juga untuk menyiramnya hanya siram pada tanahnya saja jangan sampai kedaun-daunnya karena jika sampai kedaun-daunnya akan menimbulkan penyakit pada tanaman tersebut yang membuat tanaman tersebut mati.
  • Berikan pupuk pada tanah secukupnya setiap sebulan sekali supaya tanahnya menjadi subur, karena tanah yang subur akan mengundang cacing yang membantu kesuburan tanah.
  • Untuk yang menanam pohon cabe, ketika bunga tumbuh yang pertama kalinya. mending bunganya dipetik dahulu. hal tersebut dilakukan supaya pohon cabainya tumbuh hingga maksimal terlebih dahulu, karena jika sudah numbuh bunga maka nutrisinya akan diambil oleh bunga tersebut yang menyebabkan pohonnya tidak akan tumbuh lagi. dengan mengorbankan bunga yang pertama kali tumbuh diharapakan pohon cabainya bisa mendapatkan buah cabai yang banyak pada saat masa panen berikutnya. 
Jika tanamannya sudah pada memasuki masa panen, sebaiknya tanamannya untuk cepat kita panen supaya mendapatkan hasil panen yang baik.

Jika kamu menanamnya dalam jumlahnya banyak. gak ada salahnya jika hasil panennya dijual. dengan begitu kamu bisa mendapatkan keuntungan dari hasil menanam kamu. untuk mendistribusikan hasil panen kamu, kamu bisa menggunakan daihatsu granmax, karena jika kamu menggunakan daihatsu grandmax kamu bisa mengangkut panen kamu dengan banyak karena bak mobilnya yang luas, dan juga bahan bakar yang digunakan irit. selain itu walaupun ada genangan air ataupun banjir dengan daihatsu granmax, kamu bisa melewati rintangan tersebut, karena mobil ini tahan terhadap banjir.


Sekian untuk postingan kali ini, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi yang ingin memiliki kebun dirumah.

Menyulap Lahan Rumah Menjadi Kebun Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Januar Fadilah

3 komentar:

  1. Menanam bibit pohon untuk masa depan memang sangatlah bagus. Namun sikap yang bijak dengan tidak membuang sampah sembarangan juga salah satu langkah terbaik yang bisa Anda lakukan. Oleh karena itu, kami Greenpack ingin sekali mewujudkan indonesia yang hijau terbebas dari sampah-sampah yang merusak lingkungan. Lebih lanjut tentang kami dapat Anda temukan di sini : http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  2. Saya sangat setuju dengan gagasan berkebun. Selain bisa menghilangkan stres, hasil berkebun juga bisa dikonsumsi sendiri atau lebihnya bisa dibagi ke tetangga/dijual. Di daerah saya, banyak orang yang tidak suka berkebun. Mereka juga suka membakar sampah yang sebenarnya bisa diolah kompos. Maka, saya mencoba memanfaatkan sampah tsb dengan teknik vermicomposting. setelah saya coba menanam, pupuk dari cacing tanah ternyata sangat bagus untuk tanaman di sekitar rumah saya

    ReplyDelete
  3. Saya sangat setuju dengan gagasan berkebun. Selain bisa menghilangkan stres, hasil berkebun juga bisa dikonsumsi sendiri atau lebihnya bisa dibagi ke tetangga/dijual. Di daerah saya, banyak orang yang tidak suka berkebun. Mereka juga suka membakar sampah yang sebenarnya bisa diolah kompos. Maka, saya mencoba memanfaatkan sampah tsb dengan teknik vermicomposting. setelah saya coba menanam, pupuk dari cacing tanah ternyata sangat bagus untuk tanaman di sekitar rumah saya

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar sesuai tema, gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar (no iklan, no porn, no spam). Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM. Terima Kasih.