Thursday, March 22, 2012

Kisah Seorang Guru

pada malam menjelang pagi kira-kira jam 03:00 pagi guruku (pa havid) sudah bangun. Dan guruku langsung mengambil air wudhu, lalu langsung shalat tahajud. Lalu setelah itu guruku langsung membaca al-qur'an. Lalu setelah selesai dia berdoa “ya allah mudahkanlah aku rizki mu yang halal supaya aku dapat menjalankan ibadah haji dan ya allah mudahkanlah aku dalam memberikan pelajaran kepada muridku,dan ya allah berikanlah aku jodoh yang sakinah mawadah warohmah. Ya allah kabulkanlah doa ku ini, amien ya rabbal alamien.

Terdengar suara adzan subuh lalu guruku langsung mengambil wudhu lagi dan langsung pergi ke masjid. Dan setelah itu dia langsung mengambil laptop kesayangannya. Dia langsung mencari file pelajaran yang akan mencari. Dia langsung pasang modem kemudian mencari file yang akan di ajarkanya kepada muridnya. Pertama-tama dia buka mozila firefox, kemudian dia surfing mengunakan mesin pencarian yang digemari banyak orang (google.com), setelah ketumu file yang dicari kemudian pahavid mendownloadnya mengunakan IDM (internet download manager). Setelah di download kemudian pa havid langsung membaca dengan serius, lalu file tersebut di cetak dengan menggunakan printer barunya.
Setelah di cetak pa havid membuka facebook dan langsung login. Di facebook pa havid mempunya banyak teman dan banyak grup. Grup yang paling di gemari dan paling sering dibuka adalah kopi sastra. Digrup itu pahavid menulis cerpen dan membaca karya sastra didalam grup tersebut.
Sedang enaknya membaca cerpen ada teman perempuan di facebook pa havid sedang membuka facebook juga. Lalu pa havid chatingan dengan perempuan itu.
Pa havid : neng ganggu tidak jika saya bercurhat kepada neng?
Si permpuan : tidak ko akang.
Pa havid : neng bagaimana sih cara mengajar yang efektif kepada murid-murid?
Si perempuan :begini akang kalau amu mengajar yang baik akang harus menyampaikan pelajaran tersebut dengan cara tidak membuat si pelajar tersebut bosan.
Pahavid : bagaimana neng caranya supaya siswa tersebut tidak bosan.
Si perempuan : begini akang kalau mau mengajarkan supaya tidak cepat bosan akang harus membuat sipelajar tidak tegang pada saat akang ajarkan, dan kalau bisa akang membuat ketawa pelajar tersebut jangan sampai gila ya akang kasiana entar kalo gila akang dipecat kepala sekolah ya akang.
Pa havid : terima kasih ya neng atas sarannya, menurut saya neng cantik dah mau ga neng jadi pacar aku ?
Siperempuan : boleh ko akang menurut neng pun akang ganteng juga ko.
Pa havid : sama-sama ya neng, neng mau ga pas akang sudah pulang kita bertemu di gunung bunder?
Si perempuan : iya dah akang.
Pahavid : neng udahan dulu ya chatingannya akang pengen pergi kesekolah, ingin mengajarkan murid-murid kesayangan akang. Terima kasih ya sudah mau mendengarkan curhat akang.
Si perempuan : sama-sana ya akang sekian dulu ya akang.
Pahavid pun langsung mandi dan langsung memakai seragamnya. Lau pa havid sarapan dengan sarapan yang telah di buatkan oleh orang tua yang dia sayangi. Dan langsung mempersiapkan peralatan yang ingin dibawanya untuk mengajarkan muridnya. Dan tidak lupa pa havid membawa laptop kesayanganya.
Tidak lupa sebelu berangkat mengajar pa havid bersalaman kepada orang -tuanya. Lalu setelah itu pa havid menyalakan mobilnya sambil menyalakan musik didalam mobilnya.. tak terasa setelah sekian lama menyetir akhirnya sampai juga di sekolahan tempat pa havid mengajar. Mobil pun di parkir dengan rapi dan dinyalakan alarm anti maling supaya pa havid mengetahui siapa yang akan menjahilinya (untuk berjaga-jaga).
Laptoppun dibuka itu bertanda pahavid siap untuk mengajarkan murid-muridnya. Pertama-tama pa havid mengajar di kelas 1. pa havid dikelas banyak memberikan pelajaran tentang ilmu sastra seperti puisi, cerpen, dll. Pa havid mengajarkan murid tersebut dengan beberapa cara untuk membuat murid tersebut tidak bosan seperti menggunakan pantun, menceritakan dongeng, dll.
Bel pun berbunyi tiga kali “tet........tet........tet..........” dan anak-anak murid pun langsung pulang. Pa havid berjaga di depan sekolahan untuk mencegah terjadinya tawuran.
Mungkin pada waktu itu pahavid sedang tidak beruntung karena pada saat pa havid keluar ada anak sekolahan lain yang menyerang sekolahan tempat bekerja pahavid. Pa havid pun tidak terima jika ada muridnya yang terluka akibat di serang oleh murid anak sekolahan lain. Satu- persatu murid-murid yang menyerang ditangkap oleh pahavid, pahavid mengejarnya sampai-sampai pa havid ingin jatuh di jurang dan di selokan akhirnya para siswa tersebut tertangkap oleh pahavid. Dan pahavidpun menasihati murid tersebut “ kamu nih masih kecil udah berani tawuran ya kamu ini, mau jadi apa kamu jika tawuran pada saat ini.” siswa-siswa tersebut langsung meminta maaf kepada pahavid, dan para siswanya pun bersujud kepada pahavid. Akhirnya setelah pembicaraan yang panjang kepada murid itu, para siswa tersebut masuk kesekolah tempat pahavid bekerja.
Dan setelah kejadiaan itu, jabatan pahavid dinaikan sama kepala sekolah menjadi wakil kepala sekolah. Dan pahavid pun langsung bersujud sukur atas rezeki yang diberikan oleh allah swt.
Walaupun jabatan pahavid sebagai wakil kepala sekolah tetapi sifat pa havid tidak sombong dan tidak kasar kepada bawahannya. Dan pahavid tidak membedakan-bedakan statusnya kepada bawahannya.
Pahavid masih tetap mengajar siswanya walaupun jabatannya sudah naik. Dan pahavid memberikan pelajaran yang lebih menarik kepada muridnya, dan pahavid membuat peraturan yang menguntungkan antara murid dengan guru.
Setelah sekian lama mengajar kini tibanya pahavid harus mengetest anak-anaknya. Pahavid mengetest siswanya di puncak supaya pikiran para sisawanya tidak stres dan supaya muridnya mudah untuk berfikir.
Setelah sekian lama mengetest pahavid memeriksa hasil pekrjaan siswanya, ternyata hasilnya semuanya nilainya pada bagus. Dan itulah yang membuat pa havid bahagia dan senang. Dan pahavid langsung menangis bahagia karena semua pelajaran yang di ajarkan masuk ke pikiran para siswa. Dan pahavid berharap ilmu yang di berikan kepada muridnya bisa di di praktekan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan setelah pahavid bahagia dengan hasil test muridnya pahavid langsung menemui kekasihnya yang dari facebook. Dan pahavid langsung meminta restu kepada orang tua mempelai dan orang tua . dan restunya pun di dapatkan dari keduanya, dan pahavid pun senang dan langsung bersujud syukur karena bisa menikahi kekasih yang dia sayangi didalam facebook. Dan pa havidpun membuat undangan dan menentukan acara menikahnya.
Acara menikahpun tiba, dan pahavid langsung di arak-arak sampai ke masjid untuk membacakan ijabkabul. Pahavid diarak arak menggunakan delman. Dan acara pernikahan pahavid dihadiri oleh para guru. Para siswa dan tidak lupa mentri-mentri juga. Dan ijab kabulpun di bacakan menadakan pahavid resmi menikah dengan kekasih yang disayanginya.
Sekian cerita dari saya, saya tidak mau menceritakanya sampai malam pertama, entar takutnya pembaca pada berfikiran negativ.
Sekian cerita dari saya kurang lebihnya saya mohon di ma'afkan.

Kisah Seorang Guru Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Januar Fadilah

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema, gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar (no iklan, no porn, no spam). Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM. Terima Kasih.